"You can close your eyes to the things you don't want to see, but you can't close your heart to the things you don't want to feel." - Johnny Depp

Kamis, 09 Oktober 2014

PSIKOLOGI MANAJEMEN

1.  Manajemen

Apa itu manajemen?

          Manajemen ternyata telah cukup dikenal di Indonesia dan bahkan kegunaan serta manfaatnya pun telah diakui pada berbagai kegiatan masyarakat, antara lain kegiatan pemerintaham, militer, kesehatan, psikologi, ekonomi dan lain lain. dengan melihat luasnya cakupan penerapan manajemen dalam masyrakat tersebut, dapat dikatakan bahwa setiap kegiatan manusia dalam masyarakat memerlukan manajemen. Manajemen adalah serangkaian aktivitas (termasuk perencaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendaliam yang diarahkan pada sumber-sumber daya organisasi (manusia, finansial fisik dan informasi (manusia, finansial fisik, dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan oerganisasi secara efesien dan efektif.
          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dale Carnegie & Associates mendefinisikan manajemen sebagai kemampuan untuk mendapatkan hasil-hasil yang diinginkan melalui penggunaan yang efektif dari sumber daya yang ada pada organisasi. Sedangkan Oey Liang Lee mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan daripada benda dan tenaga manusia, khususnya tenaga manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan lebih dahulu.
          Dengan melihat beberapa pengertian di atas, dapat di simpulkan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni dari suatu proses usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan pengkoordinasian dan pengendalian kegiatan penggunaan sumber daya manusia serta benda dalam suatu organisasi agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.

Apa saja jenis manajemen?

Manajemen produksi
          Fungsi manajemen produksi yaitu untuk mengatur agar perusahaan dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa dan bertanggung jawab terhadap perencanaan produksi dan distribusi sebuah organisasi perusahaan.
Manajemen pemasaran
          Suatu rencana kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan analisis situasi dan tujuan yang telah ditetapkan untuk menetapkan produk yang disukai pasar, harga, promosi dan penempatan jalur distribusi.
Manajemen keuangan
          Fungsi manajemen keuangan adalah menggunakan dana secara efisien dan efektif, memanfaatkan peluang untuk memperoleh dana dan mengalokasikan dana.
Manajemen personalia
          Bagian dari pemasaran yang memfokuskan perhatian terhadap produksi tenaga kerja dalam suatu organisasi.
Manajemen Administrasi
          Bertugas memberikan informasi layanan dalam bidang administrasi untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya.
Manajemen Sumber Daya Manusia
          Proses perencanaan dalam mengatur sumber daya manusia yang ada, agar sumber daya manusia yang dimiliki dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan baik, sehingga sumber daya manusia yang digunakan dan dipelihara tetap bekerja dengan kualitas yang tetap atau bertambah.

Apa itu psikologi manajemen?

          Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai ilustrasi, dulu dalam manajemen, orang berproduksi hanya mengandalkan sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik hasil hutan saja untuk memenuhi keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa bahwa dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang akan bisa lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Maka mulailah dikenal pertanian, peternakan dan upaya budi daya sumber-sumber alam lainnya.
          Setelah itu, timbul lagi kebutuhan akan modal, karena dengan investasi dana tertentu, akan bisa dibuat alat tertentu untuk lebih meningkatkan lagi efisiensi dan efektivitas produksi. Maka sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Sumber Daya Uang) dan SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu manajemen pun berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.
          Kaitannya dengan psikologi: dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM (Sumber Daya Manusia) ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Apa tujuan Psikologi Manajemen?

Kegiatan intervensi yaitu yang bertujuan untuk “mengolah” manusia inilah yang menjadi titik tolak dari kajian ilmu psikologi manajemen. Hal ini bertujuan agar seluruh kayawan / SDM dari suatu organisasi/perusahaan mengerti betul akan tugasnya, mampu memberikan informasi kepada pelanggan atau rekan sekerjanya, dan pada akhirnya membuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan perusahaannya. 


Fenomena Manajemen:  dalam suatu perusahaan ada karyawan baru. Karena sejak awal ia tidak diperkenalkan dengan budaya perusahaan tersebut, maka ia akan bekerja dengan apa yang dia tahu saja, sedikit tidak sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaannya tersebut, sehingga ada gangguan dalam mencapai tujuan yang perusahaan inginkan.


2. Perencanaan

Apa itu perencanaan?

          Perencanaan atau planning adalah kegiatan untuk menentukan sebelumnya sasaran ekonomis yan gingin dicapai, dan memikirkan sarana pencapaiannya. Alokasi dari sumber-sumber yang terbatas merupakan dasar prinsipil bagi perencanaan dan pengorganisasian. Sarana dan rangkaian sasaran (tujuan objektif dan tujuan final) harus jelas dan konsisten. Perencanaan menentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya dan siapa yang melaksanakan semua kegiatan.
    Perencanaan harus meliputi segi-segi teknis, ekonomis, sosial dan pelayanan. Jadi, planning menjembatani status sekarang dengan tujuan/sasaran yang ingin dicapai di masa mendatang. Sasaran yang ingin dicapai merupakan parameter bagi manajer untuk menentukan sederet aktivitas yang harus dilakukan, agar setiap karyawan bisa memberikan kontribusi maksimal dan positif kepada perusahaan.

Apa manfaat perencanaan?

          Psikologi Manajemen  bertujuan untuk agar SDM yang tersedia dapat mengerti dengan baik, apa yang akan menjadi tugasnya, mendapatkan motivasi yang baik dalam bekerja, dan memiliki keterampilan yang dapat mengaktualisasikan dalam hubungannya dengan organisasi.

Apa saja jenis perencanaan dalam organisasi?

1.   Misi atau Maksud (Mission atau Purpose)
Menggambarkan peranan atau maksud keberadaan suatu organisasi pada masyarakat tertentu.
2.   Tujuan
Merupakan titik akhir dimana aktivitas organisasi diarahkan. Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi.
3.   Kebijakan
Merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan (khususnya cara berpikirnya).
4.   Prosedur
Serangkaian aktivitas atau tindakan, yang lebih mengarahkan tindakan (bukan cara berpikir).
5.   Aturan
Rencana yang dipilih dari beberapa alternatif, untuk dilakukan atau tidak dilakukan.
6.   Program
Jaringan kompleks yang terdiri dari tujuan, kebijakan, prosedur, aturan, penugasan, langkah yang harus dilakukan, alokasi sumber daya, dan elemen lainnya, berdasarkan alternatif tindakan yang dipilih.
7.   Anggaran
Rencana yang dinyatakan dalam angka.


Fenomena PerencanaanDi dunia catering, biasanya pelanggan lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Pemilik catering akan memikirkan peluang pasar dan bagaimana menggaet order. Mereka juga harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing dan sejauh mana kemampuan untuk bersaing dengan pengusaha catering lain baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Untuk itu harus adanya perencanaan yaitu dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek operasional, dan aspek keuangan.

3.  Kepemimpinan

Apa itu kepemimpinan?

          Kepemimpinan merupakan tema yang populer, yang tidak saja dibicarakan dan diteliti oleh para sarjana ilmu-ilmu sosial, ilmu perilaku tapi yang dibicarakan pula oleh masyarakat umumnya. Meskipun telah banyak teori kepemimpinan yang dikembangkan belum ada satu teori pun yang dirasakan paling sempurna. Manajemen sering dikacaukan dengan kepemimpinan. Bennis & Nanus, 1985 (dalam psikologi industri dan organisasi, 2001) melihat perbedaan yang mendasar antara manajemen dan kepemimpinan. To manage, menurut mereka berarti to bring about, to accomplish, to have charge of or responsibility for, fo conduct. Sedangkan leading adalah influence, guiding in direction, course, action, opinion.
          Kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin merupakan ciri bawaan psikologis yang dibwa sejak lahir, khusus ada pada dirinya dan tidak dipunyai oleh orang lain sehingga disebut sebagai "born leader'. Hersey & Blanchard, 1982 (dalam psikologi industri dan organisasi, 2001) mengatakan bahwa: In essesnce leadership is a broader concept than management, but not at all of it. Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas. Bennis mengatakan bahwa pemimpin do the right things.

Teori Kepemimpinan.

Dalam dunia pustaka kepemimpinan, dikenal paling tidak delapan kelompok teori kepemimpinan. Hal ini terutama diungkapkan dalam literatur kepemimpinan yang tersohor dari Ralph M. Stogdill yang kemudian diperluas oleh Bass pada 1981. Di antara teori-teori itu yang muncul dari berbagai pendekatan terhadap kepemimpinan yang beberapa di antaranya telah dibicarakan dalam bagian terdahulu.

(a) Teori-teori Orang  Besar (Great Man Theories)
Banyak tokoh dunia yang telah menentukan arah perjalanan sejarah umat manusia. Faktor keberuntungan juga melengkapi atribut seorang tokoh dunia yang berhasil mengarahkan sejarah. Di samping itu, latar belakang keturunan keluarga monarkhi (kerajaan) mempunyai pengaruh yang luas dalam kerajaan tersebut. Perkawinan antar-keluarga kerajaan juga telah melahirkan kelompok aristikrat yang ikut berpengaruh luas dalam masyarakat.
Fenomena: Winston Churchill yang menyelamatkan Inggris pada tahun 1940 dan Lenin yang diasingkan sehingga Uni Soviet menjadi seperti sekarang.

(b) Teori Lingkungan (Enviromental Theory)
Banyak teori sebelumnya yang mengungkapkan bahwa tampilnya seorang pemimpin adalah sebagai hasil ramuan dari waktu, tempat, dan situasi atau keadaan. Tiap masa mempunyai keunikan dan melahirkan pemimpin yang mampu mengisi kekosongan pada saat itu. Tampilnya pemimpin sebenarnya tergantung pada kemampuan dan keterampilannya menyelesaikan masalah sosial yang memang sangat dibutuhkan di saat timbul ketegangan, perubahan-perubahan dan adaptasi.
Fenomena: Corazon Aquino adalah pemimpin yang dilahrikan oleh lingkungan di mana massa tidak mempersoalkan tentang masalah kualitasnya sebagai negarawan ulung.

(c) Teori Situasional - Pribadi (Personal - Situational Theory)
Teori ini mengawinkan teori orang besar dengan teori situasional. Dalam kedua teori terdahulu, interaksi antara individu terlupakan. Teori yang baru ini menganggap perlu untuk menganalisis karakteristik pribadi seperti sifat-sifat intelektual dari pemimpin tersebut sekaligus dikaitkan dengan situasi khusus tempat ia tampil. Kepemimpinan dihasilkan oleh tiga faktor yang saling berkaitan, yaitu sifat-sifat pribadi dari pemimpin, warna dan karakteristik kelompoknya, dan peristiwa, perubahan atau masalah yang dihadapi oleh kelompok tersebut.

(d) Teori Psikoanalitik (Psychoanalytic Theori)
Teori ini menginterpretasikan pemimpin sebagai figur seorang ayah, sebagai sumber dari kasih dan ketakutan, sebagai simbil dari superego, sebagai tempat pelampiasan kekecewaan, frustasi dan agresivitas para pengikut, tetapi juga sebagai orang yang membagi kasih kepada pengikutnya. Banyak pemimpin serupa ini yang dapat ditelusuri karakteristik kepemimpinannya sejak kanak-kanak, dari budayanya dan dari hubungannya dengan orang tuanya.
Fenomena: Cara kepemimpinan Hitler yang diterapkan di Jerman.

(e) Teori Manusiawi (Humanistic Theory)
Teori ini menekankan pada pertumbugan dan perkembangan dari suatu organisasi yang efektif dan kohesif. Manusia adalah organisme yang dapat dimotivasi, sedangkan organisasi dapat dimanipulasi dan dikendalikan. Oleh karena itu fungsi kepemimpinan di sini adalah memodifikasi organisasi sedemikian rupa sehingga ornag-orang di dalam organisasi merasa memiliki kebebasan untuk merealisasikan potensi motivasionalnya dalam memenuhi kebutuhannya, tetapi juga pada saat yang bersamaan dapat memberikan konstribusi dalam mencapai tujuan organisasi.


Sumber:
Griffin, Ricky W,. (2004). Management. Jakarta : Erlangga.
Kartono, Kartini. (1994). Psikologi Sosial untuk Manajemen. Perusahaan dan Industri. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Universitas Indonesia.
Refdhino, Asshar. (2013). Jenis-jenis Manajemen. [Diakses pada 10-10-2014, 17.30]
Salusu, J,. (1999). Pengamilan Keputusan Stratejik. Jakarta : Grasindo.
Wiryoputro, Sugianto. (2008). Dasar-dasar Manajemen Kristiani. Jakarta : Gunung Mulia.

Kamis, 10 Juli 2014

Kasus Juvenile Delinquent pada Anak SD

Sebuah sekolah negeri di Indonesia memiliki pakaian dengan warna resmi yang serupa, yaitu merah untuk bawahan (celana/rok) dan putih untuk atasan. Walaupun dalam model seragam berbeda, beberapa sekolah ada yang menggunakan rompi dan topi. Masa SD adalah masa dimana anak mulai mengenal dirinya dan identitas dirinya serta belajar menempatkan dirinya dalam berbagai keadaan. Pelajar SD, baik kelas 1 maupun kelas 6, adalah anak yang berada dalam masa perkembangan tercepat kedua setelah masa balita. Lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. 

Seragam merah putih identik dengan identitas seorang pelajar SD. Seorang pelajar akan membawa nama sekolah dalam setiap perbuatannya, terlebih ketika ia sedang menggunakan seragam. Cara penggunaan seragam pun dapat mencerminkan pribadi seseorang. Seragam yang rapi dan bersih mencerminkan bahwa seseorang senang dengan kerapihan dan memiliki jiwa yang baik, sedangkan ketika seragam yang digunakan lusuh, kotor dan mungkin tidak digunakan dengan baik tentu orang lain langsung berpikiran negative. Oleh sebab itu, ketika seseorang menggunakan seragam diharapkan berbuat baik dan tidak merusak reputasi instansinya. Namun tetap saja ada beberapa pelajar yang berbuat buruk bahkan ketika menggunakan seragam. 

Dalam beberapa kasus yang saya temui, saya melihat anak SD berkembang tidak sesuai dengan umurnya. Saya pernah melihat seorang anak SD yang masih menggunakan seragam merah-putih sedang menghisap sebatang rokok. Menurut perkiraan saya, anak tersebut masih kelas 3 atau 4 SD. Tidak seharusnya seorang anak sekolah merokok. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan dan pergaulan. 

Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah juvenile berasal dari bahasa latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquency berasal dari bahasa latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, dan lain sebagainya. Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada remaja Istilah kenakalan remaja mengacu pada suatu rentang yang luas, dari tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak criminal.

Aspek-aspek perilaku Juvenile delinquency (Kenakalan Remaja) dibagi menjadi empat, yaitu: 
a. Kenakalan Terisolir
Kelompok ini merupakan jumlah terbesar dari remaja nakal. Pada umumnya mereka tidak menderita kerusakan psikologis. Perbuatan nakal mereka didorong oleh  keinginan meniru dan ingin conform, contohnya ikut-ikut teman merokok karena ingin dikatakan gaul.
b. Kenakalan Neurotik
Pada umumnya, remaja nakal tipe ini menderita gangguan kejiwaan yang cukup serius, antara lain berupa kecemasan, merasa selalu tidak aman, merasa bersalah dan berdosa. Ciri-ciri perilakunya adalah perilaku nakal bersumber dari sebab-sebab psikologis yang sangat dalam.
c. Kenakalan Psikopatik
Delinkuensi psikopatik ini sedikit jumlahnya, akan tetapi dilihat dari kepentingan umum dan segi keamanan, mereka merupakan oknum kriminal yang paling berbahaya.
d. Kenakalan Defek Moral
Defek (defec, defectus) artinya rusak, tidak lengkap, salah, cedera, cacat, kurang. Delinkuensi defek moral mempunyai ciri-ciri, yaitu selalu melakukan tindakan sosial, walaupun pada dirinya tidak terdapat penyimpangan, namun ada disfungsi pada intelegensinya. Kelemahan para remaja delinkuen tipe ini adalah mereka tidak mampu mengenal dan memahami tingkah lakunya yang jahat, juga tidak mampu mengendalikan dan mengaturnya, mereka selalu ingin melakukan perbuatan kekerasan, penyerangan dan kejahatan, rasa kemanusiaan sangat terganggu, sikapnya sangat dingin tanpa afeksi jadi ada kemiskinan afektif dan sterilitas emosional


Seorang pelajar SD yang masih menggunakan seragam sedang merokok.


Selain itu, kurangnya kontrol pada anak juga dapat menyebabnya penyimpangan. Terlebih lagi saat seorang anak menggunakan seragam dan membawa identitas sekolah. Seperti pada gambar di bawah ini, tiga orang pelajar SD yang menaiki motor dengan pengendara motor yang juga merupakan pelajar SD. Mereka sudah dapat dipastikan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM-C) karena masih di bawah umur dan mereka tidak menggunakan helm. 

      

Lemahnya pengawasan terhadap anak dan kurangnya pengawasan dari pihak sekolah membuat anak tidak memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Keadaan tersebut tidak hanya dapat mencelakakan diri mereka dan orang lain tapi juga dapat merusak nama baik sekolah dan nama baik keluarga mereka masing-masing.

Pergaulan masa kini memang sangat bebas. Seorang pelajar SD dapat terlihat seperti layakanya seorang remaja SMA. Hal ini disebabkan oleh pergaulan dan gaya hidup yang mereka anut. Berbagai media elektronik seperti televisi banyak menayangkan sinetron yang memuat para pelajar dengan seragam yang tidak seharusnya dan aksesoris yang tidak sesuai. Model pakaian dari luar negeri pun berpengaruh terhadap cara berpakaian dan cara seorang anak merefleksikan dirinya.

Pelajar SD yang mengunakan seragam tidak sesuai dengan moral yang ada


Tidak hanya di luar sekolah, beberapa pelajar yang menggunakan seragam pun kerap berkelahi di dalam sekolah. Selain menyalahi tata tertib, tentu akan merusak reputasi sekolah. Jika kejadian itu (berkelahi) terjadi di luar sekolah, hal pertama yang anak dilihat oleh orang lain adalah seragam yang menunjukkan identitas diri pelajar. 

Tawuran pun tidak hanya melanda kalangan pelajar SMP dan SMA. Para pelajar SD pun pernah mengikuti tawuran. Adanya sifat bermusuhan telah ada sejak SD, pelajar pun biasanya tauran hanya untuk melihat siapa yang lebih kuat antara sekolah mereka. Dengan masih memakai atribut sekolah, seseorang akan dengan bangga menggunakannya dan ikut dalam tawuran. Padahal hal terbut dapat menjadi hal buruk bagi berbagai pihak. Tawuran sering terjadi karena alasan yang sebenarnya sepele dan bisa diselesaikan baik baik, namun banyaknya provokasi dan keadaan lingkungan yang memungkinkan untuk melakukan tawuran, banyak pelajar yang tergoda untuk melampiaskan kemarahan dan agresinya. Akibat perkelahian tersebut banyak memakan korban baik luka ringan sampai pada kematian. Akibat dari hal tersebut sudah tentu sangat menghawatirkan segenap lapisan masyarakat bahkan sampai ke tingkat yang lebih tinggi, mengancam masa depan bangsa dan Negara Indonesia karena menyangkut masa depan generasi muda yang moralnya kian merosot.


Pelajar SD yang ingin tawuran.

Tidak hanya dalam hal identitas, seorang pelajar pun mengalami krisis diri dan masalah hati. Berita pernah menanyangkan adegan pelajar SD yang hampir bunuh diri hanya karena cintanya ditolak oleh teman sebaya. Hal ini tidak seharusnya terjadi karena dalam umur mereka, cinta masih merupakan hal yang tidak terlalu penting dan dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak.

Perlakuan pelajar SD yang tidak seharusnya dilakukan.

Berita di suatu koran lokal, anak berumur 10 tahun ingin bunuh diri karena cintanya ditolak.


Perubahan jaman dan budaya sangat mempengaruhi baik dari sisi moral maupun materi yang digunakan. Seragam pun mangalami perubahan seriing berjalannya waktu. Sekarang, lebih banyak sekolah yang menggunakan rok panjang agar menghindari pelajar dari pelecehan seksual ataupun perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan.

Pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat peting karena disinilah pondasi dasar karakter anak terbentuk. Kesibukan kerja, masalah ekonomi bukan jadi alasan untuk tidak memperhatikan anak. Anak adalah amanah yang sangat berat diberikan tuhan. Jika anak menjadi tidak bermoral atau tidak berahklak, maka orang tua dimentai pertanggung jawaban terlebih dahulu diakhirat nanti. Orang tua harus ‘belajar’ mendidik seorang anak atau dikenal dengan istilah ilmu parenting. Belajar disini bukan harus dimaknai dengan sekolah dan membaca buku, tetapi belajar bisa dilakukan dengan cara memberikan yang terbaik untuk calon generasi penerus.

Oleh karena itu, pola asuh zaman dulu, tidak bisa disamakan dengan masa sekarang, problematika anak sangat beranekaragam, maka dituntut menggunakan ‘jurus-jurus’ baru.  Minimal yang dilakukan oleh orang tua adalah memberikan tauladan yang baik terhadap anak, selalu mendo’akan anak ketika sholat, dan memperhatikan pendidikan anak ketika mendapat tugas dari sekolah.



Pelajar merupakan generasi penerus bangsa, harapan bangsa untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik. Sudah seharusnya setiap pelajar dididik sebaik mungkin sejak dini dan mempunyai tingkah laku yang terpuji, baik saat menggunakan seragam dan membawa identitas sekolah maupun saat tidak memakai seragaam. Setiap pelajar diharapkan mampu membawa nama baik sekolah dan bangga dengan identitas dirinya dengan menggunakan seragam tanpa berbuat hal buruk. Dengan begitu setiap sekolah akan memiliki pelajar yang sesuai dengan harapan bangsa.

Selasa, 17 Desember 2013

#PTI Kajian Jurnal Faktor IT yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Media dalam prespektif pendidikan merupakan instrumen yang sangat strategis dalam ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri terhadap peserta didik. Salah satu media pembelajaran yang kini sering digunakan oleh pengajar adalah Teknologi Informasi.

Menurut Kwartolo (2010) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya komputer dan perangkatnya merupakan salah satu alat (tool) yang dapat digunakan oleh pengajar untuk menciptakan suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan standar belajar yang beragam kepada siswa seperti melakukan percobaan, diskusi kelompok, kegiatan memecahkan masalah (problem solving), mencari informasi di media massa, mencari informasi dari nara sumber, mencari informasi di internet, menulis laporan, membuat cerita, menulis artikel, berkunjung dan belajar di suatu objek di luar kelas. Internet, e-learning, e-mail, laboratorium bahasa, presentasi PowerPoint, CD pembelajaran merupakan media berbasis komputer yang dimanfaatkan untuk kepentingan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Proses belajar mengajar akan berjalan efektif dan efisien bila didukung dengan tersedianya media yang menunjang. Penyediaan media serta metodologi pendidikan yang dinamis, kondusif serta dialogis sangat diperlukan bagi pengembangan potensi peserta didik, secara optimal. Hal ini disebabkan karena potensi peserta didik akan lebih terangsang bila dibantu dengan sejumlah media atau sarana dan prasarana yang mendukung proses interaksi yang sedang dilaksanakan. 

Menurut Syarif (2010) penyelenggaraan pendidikan di sekolah dilakukan melalui proses belajar mengajar. Pada pelaksanaannya tidak selalu berjalan dengan baik, karena sering terdapat hambatan. Hambatan itu akan dapat diatasi apabila proses belajar mengajar dilakukan dengan disiplin. Proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah mengacu pada kurikulum yang telah dirumuskan oleh semua pihak yang kompeten. Kurikulum memuat sejumlah standar kompetensi yang wajib dipenuhi dan menjadi indikator prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa diukur sejauh mana konsep atau kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran (instructional objective) atau tujuan perilaku (behavioral objective) mampu dikuasai siswa pada akhir jangka waktu pengajaran. Prestasi belajar adalah suatu usaha atau kegiatan anak untuk menguasai bahan-bahan pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Prestasi belajar adalah istilah yang telah dicapai individu sebagai usaha yang dialami secara langsung.

Peserta didik dalam belajar tidak sekedar meniru dan membentuk bayangan dari apa yang diamati atau diajarkan Pengajar, tetapi secara aktif ia menyeleksi, menyaring, memberi arti, dan menguji kebenaran atas informasi yang diterimanya. Pengetahuan yang dikonstruksi peserta didik merupakan hasil interpretasi yang bersangkutan terhadap peristiwa atau informasi yang diterimanya. Para pendukung konsktruktisme berpendapat bahwa pengertian yang dibangun setiap individu peserta didik dapat berbeda dari apa yang diajarkan Pengajar (Yazdi : 2012)

Faktor teknologi dalam pendidikan bukanlah satu-satunya jalan untuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagai contoh banyak anak-anak yang berada di sekolah-sekolah miskin dan terpencil ternyata berkat kekuatan tekad, kesadaran dan keinginan yang kuat ternyata memiliki mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan sekolah yang mampu menerapakan ICT (information comunication and technology) atau TIK di sekolahnya. Perlu digaris bawahi, adalah sebuah kesalahan besar apabila dalam sebuah lembaga sekolah memfokuskan pengadaan TIK melebihi cara meningkatkan mutu manusianya sebagai pengguna teknologi itu sendiri untuk diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. Karena esensi peningkatan mutu pendidikan bukan terletak pada kecanggihan teknologinya tapi kecanggihan pendidik dan peserta didiknya dalam melaksanakan proses pendidikannya. 

Penggunaan teknologi tidak dapat meningkatkan mutu pendidikan, namun dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan. Maka diharpakan dengan adanya teknologi (mis: e-learning) sebagai salah satu media pendidikan jarak jauh akan menjadi solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan menjadi faktor penghambat dan jurang pemisah pemerataan mutu pendidikan tersebut, namun dapat dimanfaatkan sebagai pemerataan pendidikan, menigkatkan prestasi belajar, mengatasi kekurangan tenaga pendidikan dan meningkatkan efisiensi pembelajaran.



Referensi Jurnal (yang dikaji)

Kwartolo, Yuli. Juni 2009. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. Penabur. No. 14

Syarif, Izuddin. Juni 2012. PENGARUH MODEL BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK. Balangan. Volume 2, No. 2.

Yazdi, Mohammad. Maret 2012. E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI. Universitas Tadolako. Volume 2, No. 1.

Labels

1PA03 (10) 2PA05 (4) cinta (2) cowo (3) Favorit (1) Gundar (17) Homemade (1) Kampus (14) kesel (1) Kuliah (15) Resep (1) satnite (1) sendiri (3) Softskill (15) Tugas (15)